Nama :Andi Wahyu Prasetyanto
Nim: 135060309111008
gaya elektromagnetik adalah gaya yang
diakibatkan oleh medan elektromagnetik terhadap partikel-partikel
yang bermuatan listrik. Adalah gaya elektromagnetik yang menjaga elektron-elektron
dan proton-proton
tetap bersama dalam suatu atom.
Pada akhirnya, gaya ini pun menjaga atom-atom tetap bersama dalam suatu molekul.
Gaya elektromagnetik bekerja via pertukaran partikel penghantar yang
disebut foton
dan foton virtual
- Muatan listrik menarik ataupun menolak satu sama lainnya dengan suatu gaya yang berbanding terbalik terhadap kuadrat jarak antara keduanya; muatan yang berlawan saling menarik, sedangkan yang sama saling menolak.
- Kutub magnet menarik ataupun menolak satu sama lainnya dengan cara yang sama dan selalu ada dalam keadaan berpasangan: tiap kutub utara memiliki kutub selatannya.
- Arus listrik dalam kawat menciptakan medan magnet yang melingkari sekitar kawat. Arah medan tersebut bergantung pada arah arus.
- Suatu arus diinduksi dalam suatu kumparan kawat ketika ia digerakkan mendekati ataupun menjauhi medan magnetik, ataupun suatu magnet digerakkan menuju ataupun menjauhi kumparan tersebut. Arah arus bergantung pada pergerakan tersebut.
Sifat-Sifat
Gelombang Elektromagnetik :
Gelombang elektromagnetik memiliki sifat-sifat sebagai berikut:
1. Gelombang elektromagnetik dapat merambat dalam ruang tanpa medium
2. Gelombang Elektromagnetik merupakan gelombang transversal.
3. Gelombang elektromagnetik tidak memiliki muatan listrik sehingga bergerak lurus
Gelombang elektromagnetik memiliki sifat-sifat sebagai berikut:
1. Gelombang elektromagnetik dapat merambat dalam ruang tanpa medium
2. Gelombang Elektromagnetik merupakan gelombang transversal.
3. Gelombang elektromagnetik tidak memiliki muatan listrik sehingga bergerak lurus
dalam medan magnet maupun medan listrik.
4. Gelombang elektromagnetik dapat mengalami pemantulan (refleksi), pembiasan (refraksi), perpaduan (interferensi), pelenturan (difraksi), pengutuban (polarisasi).
5. Perubahan medan listrik dan medan magnet terjadi secara bersamaan, sehingga
4. Gelombang elektromagnetik dapat mengalami pemantulan (refleksi), pembiasan (refraksi), perpaduan (interferensi), pelenturan (difraksi), pengutuban (polarisasi).
5. Perubahan medan listrik dan medan magnet terjadi secara bersamaan, sehingga
medan listrik dan medan magnet sefase
dan berbanding lurus.
·
Definisi hukum coulomb: Besarnya gaya
tolak-menolak atau gaya tarik menarik antara kutub-kutub magnet, sebanding
dengan kuat kutubnya masing-masing dan berbandingterbalik dengan kwadrat
jaraknya
F = gaya tarik menarik/gaya tolak
menolak dalam newton
R
= jarak
dalam meter
m1dan m2 kuat kutub magnet dalam Ampere-meter
rho 0= permeabilitas hampa
·
Besar Gaya tarik
menarik/tolak menolak
F= K(q1.q2/r.r)
Keterangan : F : Gaya Colulomb
( N )
k : Bilangan konstanta 1/4πε =
9.109 Nm2/C2
q1,q2 :
Muatan listrik pada benda 1 dan 2 ( C )
r : Jarak antara dua muatan ( m
)
1 Posisi partikel segaris.
Perhatikan gambar di
atas. Partikel pada gambar tersebut posisinya segaris dengan posisi partikel
yang lainnya. Pada gambar tersebut partikel yang dihitung resultannya adalah F1.
Ingat bahwa gaya coulomb merupakan besaran vektor. Jadi arah vektor sangat
menentukan besarnya resultan yang terjadi pada F1. Sehingga persamaan
untuk partikel yang sejajar adalah :
Seperti
pada gambar sebelumnya terlihat bahwa arah vektor yang dihasilkan berbeda pada
setiap penghitungan gaya masing-masing muatan. Gaya yang arah vektornya ke
kanan maka dianggap positif dan gaya yang arahnya ke kiri maka dianggap
negatif. jadi penjumlahan resultan vektor pada haya Coulomb tergantung pada
arah dari vektor itu sendiri
2. Posisi Partikel tidak sejajar
Gambar di atas
terlihat bahwa partikel dalam posisi tida segaris. Sehingga dalam posisinya
memiliki sudut antara partikel yang lain. Pada gambar ini yang dicari F
resultannya adalah F1. F13 merupakan interaksi pada
partikel q1 dan q3 yang merupakan saling tolak menolak. F12
merupakan interaksi gaya pada q1 dan q3 dan saling
tarik menarik. Jika dihubingkan seperti pada gambar akan membentuk sudut Θ
sehingga F resultan ada pada F1. Sehingga persamaan gaya resultannya
akan menjadi :
Rumus Fluks, dan kerapatan Fluks
B = Φ/A
Keterangan :
B =Kerapatan Fluks,
Φ = Fluks total (Weber),
A = Luas medan magnet (m^2)
ENERGI DAN POTENSIAL
Gaya pada muatan Q karena medan listrik E
Energi potensial adalah energi yang memperngaruhi benda karena posisi (ketinggian) benda tersebut yang mana kecenderungan tersebut menuju tak lain terkait dengan arah dari gaya yang ditimbulkan dari energi potensial tersebut. Satuan SI untuk mengukur usaha dan energi adalah Joule (simbol J).
Sebutan "energi potensial" pertama kali dikemukakan oleh seorang teknik dan fisikawan berkebangsaan Skotlandia
Gambar di atas memperlihatkan sebuah muatan listrik +q' di dalam medan
listrik homogen yang ditimbulkan oleh muatan listrik +q, dipindahkan
dari titik a ke b dengan lintasan s . Untuk memindahkan muatan dari
titik a ke b diperlukan usaha (W ). Usaha yang diperlukan oleh muatan
untuk berpindah sepanjang Δs adalah ΔW . Apabila posisi a adalah ra dan
posisi b adalah rb, besar usaha yang dilakukan dapat dirumuskan sebagai
berikut:
Untuk Δs yang kecil ( Δs mendekati nol) lintasan perpindahan muatan +q'
dapat dianggap lurus, dan gaya elektrostatis rata-rata selama muatan +q'
dipindahkan dapat dinyatakan:
sehingga menjadi
Untuk memindahkan muatan q' dari a ke b tanpa kecepatan, diperlukan gaya
F yang besarnya sama dengan Fc, tetapi arahnya berlawanan. Jadi :
Apabila arah gaya F terhadap arah perpindahan muatan +q' bersudut α , maka usaha perpindahan muatan +q' dari a ke b adalah:
ΔW = F . Δs .cos α
ΔW = -Fc. Δs .cos α
Sehingga usaha untuk memindahkan q menjadi :
ΔEp = ΔW
ΔEp = -Fc cos α
Berdasarkan persamaan di atas, besar usaha untuk memindahkan suatu
muatan dari titik a ke titik b dapat ditentukan dengan persamaan berikut
ini.
Jika muatan +q' semula pada jarak tak terhingga (∼), besar energi
potensialnya adalah nol. Dengan demikian, apabila muatan +q' dipindahkan
dari tempat yang jauh tak terhingga ke suatu titik b, besar usahanya
adalah sebagai berikut:
Epa = 0 dan 1/ra = 0 maka
Sehingga persamaan akhirnya menjadi :
keterangan : Ep = Energi potensial (J )
r : jarak antar muatan ( m )
q,q' = muatan listrik ( C )
k : Bilangan konstanta ( Nm2/ C2 )
2. Beda Potensial listrik
Potensial listrik yaitu energi potensial tiap satu satuan muatan
positif. Potensial listrik termasuk besaran skalar, dan secara matematis
dapat dirumuskan:
Persamaan Ep yang telah dicari sebelumnya disubtitusikan ke persamaan V sehingga akan menjadi :
Nilai q sama sehingga dapat disederhanakan menjadi persamaan :
Keterangan : V : Beda Potensial Listrik ( V )
k : Bilangan Konstanta ( Nm2/C2)
q : Muatan Listrik ( C )
r : jarak antar muatan ( m )
Potensial Listrik pada BolaKonduktor Bermuatan
Perhatikan Gambar di bawah ini :
A partikel dengan jarak r dari bola konduktor, b juga merupakan posisi
partikel dengan jarak r pada bla konduktor serta C merupakan posisi
partikel r dari bola konduktor. ra<rb<rc
sehingga potensial listrik pada bola konduktor memiliki persamaan
dengan potensial listrik yang telak kita cari sebelumnya. yaitu :
Potensial listrik pada keping sejajar
Dua keping sejajar seluas A terpisah dengan jarak d masing-masing
diberi muatan +q dan -q. Rapat muatan listrik σ didefinisikan sebagai
muatan listrik per satuan luas.
Sehingga potensial listriknya :
Di dalam keping sejajar : V= E.r
Di luar keping sejajar : V= E.d
* Arus dan Kerpatan Arus
Diketahui